Showing posts with label managment nursing. Show all posts
Showing posts with label managment nursing. Show all posts

Indikasi dan Kontraindikasi Kateterisasi Uretra

 Indikasi dan kontraindikasi Kateterisasi uretra
Indikasi dan Kontraindikasi Kateterisasi Uretra


Halo sobat semua kita disini akan membagi ilmu bagi kawan semua yaitu tentang kateter uretra dan
indikasi dan kontraindikasi nya. selamat belajar masta semua.
Indikasi :
1.     Retensi Urine akut dan kronis
2.  Mehjkjnampung arus urine yang keluar terus menerus pada pasien dengan kesulitan menahan kencing,sebagai hasil dari gangguan neurologis yang menyebabkan kelumpuhan atau hilangnya sensasi yang mempengaruhi buang air kecil.
3.      Perlu untuk pengukuran akurat dari output urine pada pasien dengan sakit kritis.
4.      Penggunaan perioperatif untuk beberapa prosedur bedah.
5.     Pasien yang menjalani operasi urologi atau operasi lain pada stuktur yang berdekatan pada saluran genitourinaria.
6.      Durasi operasi yang diduga berkepanjangan.
7.      Pemantauan output urine intra-operatif.
8.   Untuk membantu dalam penyambuhan luka terbuka pada sacrum atau perineum pada pasien yang juga mengalami inkontinensia.
9.      Pasien yang memerlukan imobilisasi  berkepanjangan.
10.  Untuk memungkinkan irigasi kandung kemih.
11.  Memfasilitasi lancarnya buang air kecil dan menjaga integritas kulit (ketika penanganan konservatif yang lain tidak berhasil).
12.  Meningkatkan kenyamanan pasien (jika diperlukan).
ü  KontraIndikasi Kateterisasi uretra
1.  Prostatitis Akut karena adanya peradangan pada prostat yang sehingga jalan uretra menyempit. Bila terus dilakukan akan terjadi laserasi pada prostat.
2.      Kecurigaan trauma uretra , seperti striktur uretra dikhawatirkan akan terjadinya kerusakan struktur uretra dan hemoragic.

keperawatan kritis (Critical of Nursing) 2016

BAB II
TINJAUAN TEORI



A.    Berpikir Kritis Dalam Asuhan Keperawatan
1.      Pengertian berpikir kriti dalam keperawatan
Berpikir kritis adalah proses penertiban intelektual yang secara aktif dan secara trampil mengkonsep, menerapkan, menganalisa, mensintesis dan mengevaluasi informasi yang dikumpulkan atau yang dihasilkan melalui observasi, pengalaman, refleksi, penalaran atau komonikasi sebagai panduan untuk percaya dan bertindak. [ Skriven & Paul, nd. ]
Menurut Brunnar dan sudat 1997, berpikir kritis adalah proses kronitif atau mental yang mencakup penilaian dan analisa rasional terhadap semua informasi dan ideyang ada  serta meneruskan kesimpulan dan keputusan.
Berpikir kritis digunakan perawat untuk beberapa alasan :
a.       Mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
b.      Penerapan profesionalisme
c.       Pengetahuan teknik danketerampilan teknik dalam asuhan keperawantan
d.      Berpikir kritis merupakan jamanan yang terbaik bagi perawat dalam menuju keberhasilan dalam berbagai aktifitas.
Memberikan asuhan berpusat pada pasien didefinisikan oleh IOM sebagai asuhan yang mampu mengidentifikasi, menghargai, dan peduli mengenai perbedaan , nilai, pilihan, dan kebutuhan yang diekpresikan oleh pasien ; meredakan nyeri dan penderitaan; mengkoordinasi asuhan yang kontinyu; mendengarkan, mengklarifikasi informasi, berkomonikasi dan mendidik pasien berbagi dalam pengambilan keputusan dan penatalaksanaan dan secara kontinyu mendukung pencegahan penyakit, kesejahteraan dan promosi gaya hidup sehat termasuk focus pada kesehatan populasi.
2.      Perubahan Hubungan pasien dengan Pemberi Asuhan Kesehatan
Pada jaman dahulu pemberi asuhan merasa sangat berkuasa dan tidak menghargai orang lain. Visi institute of medicine (IOM) yaitu menjadikan profesional kesehatan dan pasien saling bekerja sama. Dalam hubungan baru ini, pemberi asuhan kesehatan dan pasien saling menghargai satu sama lain meskipun memiliki pengetahuan yang berbeda. Asuhan berpusat pada pasien bukanlah hanya sebuah konsep IOM tetapi ada berbagai istilah seperti suatu kemitraan (partnerships), hubungan informatif, asuhan berpusat pada manusia dan sebagai suatu mitra dalam pelayanan.
3.      Asuhan dan Berpikir Kritis Berpusat pada Pasien
Asuhan yang berpusat pada pasien harus mengakui dan menghargai pasien sebagai pemikir kritis. Perawat dan tim kesehatan lain tidak hanya mempertimbangkan cara berpikir kritis dirinya sendiri tetapi harus  juga mempertimbangkan bemikir kritis pasien. Hal ini dikarenakan pasien mempunyai satu atau lebih orang terdekat yang dapat membantu pasien dalam pembuatan keputusan asuhan kesehatan.
Mengkaji kesiapan, Keinginan, dan Kemampuan Pasien untuk Berpartisipasi dalam Berpikir Kritis.
Contoh Deskriptor Asuhan Berpusat pada pasien
a)      Kekuasaan yang seimbang antara pemberi asuhan kesehatan dan pasien
b)      Pemberdayaan pasien
c)      Focus pada hubungan interpersonall
d)     Berbagi keputusan
e)      Memahami perpektif orang lain
f)       Tujuan umum
g)      Otonomi pasien ditingkatkan
h)      Saling menghargai keahlian satu sama lain
i)        Negosiasi
j)        Menerima bahwa pemberi asuhan kesehatan tidak memiliki semua pengetahuan
k)      Membahas ketidak pastian adalah OK
l)        Pasien bertanggungjawab atas kesehatannya sendiri
m)    Komunikasi terbuka dan pertukaran informas
n)      Control konsumen terhadap informasi